Riwajat Berdirinja S.M.E.A SUMEDANG

Berikut ini adalah sejarah berdirinya SMK NEGERI 2 SUMEDANG, yang dikutip dari riwayat Pendirian S.M.E.A Sumedang pada lampiran SK Pendirian Sekolah.

Pada tanggal 10 Agustus 1960 dengan upatjara jang sederhana dan chidmat didirikanlah di sumedang suatu lapangan pendidikan jang barum ialah S.M.E.A. swasta. Terwujudja gagasan untuk mendirikan S.M.E.A ini adalah berkat kerdja “gotong – royong” seluruh lapisan masjarakat sumedang. Dorongan ini timbul setelah adanja suatu kenjataan bahwa di daerah sumedang terasa sekali kuranja sekolah sekolah landjutan atas. Walaupun pada waktu di sumedang sudah ada 3 matjam sekolah tingkat atas, jaitu S.M.A, S.G.A dan S.P.M.A. jang sekarang sudah mempunjai status sekolah negeri, ternjata masih belum mampu untuk menampung peladjar2 lulusan S.L.P, sehingga banjak dari mereka jang terpaksa harus melandjutkan peladjaranja mengingat akan biaja jang sangat besar, walaupun hasrat meraka sangat besar. Sedjak tahung 1959 lulusan S.L.P selalu mengalami kenaikan djumlah. Terutama setelah pemerintah memutuskan untuk menutup S.G.B.2. penutupan S.G.B.2 ini mendjadi rangsang jang sangat besar untuk mendirikan S.M.P.2 sehingga dalam tiap daerah kawedanan sudah ada S.M.P nja. Bila di sumedang ini tidak ada penambahan matjam dan lapangan pendidikan Atas, nistjaja lulusan S.H.P.2 itu terutama, akan banjak jang tidak melandjutkan paladjarannja sehingga mereka banjak jang menganggur. Atas perhitungan inilah maka timbulah gagasan untuk mendirikan S.M.E.A. sesungguhnja gagasan ini sudah lama jaitu sedjak tahun 1958, dimana pada rapat tahunan P.O.M.G S.M.E.P. Negeri Sumedang telah memutuskan agar dalam tahun adjaran 1958/1959 didirikan S.M.E.A. namun pada waktu itu belumlah dapat mewudjudkan gagasanja. Karena adanja hal2 jang belum mengdjinkan. Tetapi setelah S.G.B.2 berachir jaitu pada tahun 1960 dan bangunannja diwaris – wariskan kepada S.M.A. , S.G.A. , S.M.P. dan tetnjata masih ada ruangan jang tertinggal sedjumlah empat ruangan. Dengan adanja ruangan itulah baru ada kesempatan untuk mendirikan S.M.E.A. Djadi pada waktu melaksanakan gagasan mendirikan S.M.E.A itu serba kilat. Malah bagi sekolah2 jang lain pada tanggal 1 Agustus 1962 sudah masuk kembali, S.M.E.A belumlah mulai. Rapat panitya sendiri baru di adakan pada tanggal 5 Agustus 1960. Baru pada tanggal 10 agustus dibukalah Setjara resmi S.M.E.A swasta sumedang dengan djumlah murid 76 orang, mendjadi dua kelas. Ternjata adanja S.M.E.A di sumedang ini mendapat sambutan jang besar dari masjarakat. Demikian pula bagi pengusaha2, wakil2 rakjat sumedang hingga beliau2 turun tangan. Beliau2 menjadari bener akan pentinja lapangan pendidikan jang baru itu dan mengchawatirkan sekali kalau2 sampai mengalami keruntuhan sebelum sampai pada tdjuanja. Beliau2 pun menjadari tentang kesulitan apa jang dihadapi untuk membina sekolah swasta jang didirikan oleh rakjat itu. Segera setelah S.M.E.A dibuka kemudian membentuk P.O.M.G. dan jajasan untuk membina berdirinya S.M.E.A selandjutnja.

Pada bulan2 pertama setelah S.M.E.A didirikan belum terasa adanja kesulitan jang dihadapinja. Tetapi setelah beberapa bulan terasalah segala kesulitam jang dihadapinja. Adapun masalah jang pokok ialah mengenai keuangan. Beberapa djalan telah ditempuh untuk menambah pemasukan uang, ketjuali dari pembeladjaran sekolah jang ketjil itu, demi untuk melanjtarkan djalannja sekolah. Namun hasilnja melum memenuhi apa jang diharapkannja. Walapun banjak kesulitan jang dihadapinja peladjaran tetap berdjalan dengan lantjar karena ada kesetiaan dan ke relaan berkorban bersama, terutama dari guru2nja. Kemudian pihak P.O.M.G dan jajasan mendesak kepada penguasa setempat untuk meminta kepada jang berwadjib agar menegrikan S.M.E.A Sumedang ini kepada jang berwadjib. Akan tetapi sampai sekarang belumlah ada keputusannja. Hanja saran jang diberikan oleh kepala perwakilan P.D.K, bahwa sebagian kedjuruan agar supaja minta bantuan tenaga dan keuangan pada pemerintah. Kemudian pada tahun peladjaran 1961/1962 S.M.E.A mengadjukan permohonan bantuan tenaga dan keuangan. Tetapi mengenai bantuan keuangan belumlah dapat di terima sedangkan bantuan guru hanja mendapat seorang sadja. Adapun tenaga guru negeri jang di perbantukan baru mulai aktip sedjak bulan mei 1962. Dengan demikian sudah dua tahun lamanja S.M.E.A ini berdiri atas hasil kerdja “gotong – royong “ dan tetap merupakan sekolah jang berstatus swasta 100%. Berdjalan dengan lantjar tetapi penuh dengan prihatin. Sampai achir tahun peladjaran 1961/1962 keadaan murid tinggal 100 orang jang terdiri atas klas I dan klas II. Uang pembeladjaran anak2 dipungut Rp. 45,- jang terendah, Rp. 60,- jang tertinggi.
Keadaan keuangan achir2 ini sangat menjedihkan hingga tidak mapu untuk memberi honorarium guru2 serta pegewainja. Untuk kekurangan terpaksa mentjari sumbangan dari masjarakat. Harapan kebidjaksanaan pemerintah entah mengambil alih S.M.E.A negeri atau sekurang – kurangnja subsidi, masih tetap besar. Sebabnja ialah :

  1. Sudah mempunjai modal bangunan beserta alat2nja
  2. Sjarat penerimaan murid hanja diambil dari mereka jang lulus S.L.P
  3. Kurangnja matjam dan lapangan pendidikan tingkat atas di sumedang mengingat besarnja djumlah murid lulusan S.L.P
  4. Dukungan jang besar dari masjarakat sumedang agar lulusan S.M.E.A ini dapat membantu pembangunan daerah terutama pada segi ekonominja
  5. Hasil jang telah ditjapai selama

Selama dua tahun ini sangat memuaskan. Hasil udjian pendahuluan untuk tahun peladjaran 1961/1962 + 98%. Dari 50 tjalon jang mendaftarkan, diantaranya 3 mengundurkan diri, 46 lulus dengan nilai jang rata2 tjukup. Dengan demikian mengenai mutu serta taraf pengadjaran tidaklah mengetjewakan. Sampai achir tahun peladjaran 1961/1962 dengan keadaan keuangan dan peralatan jang serba menjedihkan S.M.E.A masih tetap dapat berdiri. Kedjadian ini perlu dikemukakan agar dapt dimaklumi bahwa berdirinya S.M.E.A ini adalah hasil kerdja sama, berdasarkan atas kebulatan tekad dan ke relaan berkorban jang sampai sekarang masih utuh adanja. Satu2nja inisiatief kerdja ialah hanja untuk menjumbangkan dharma bhaktinja kepada tuhan, bangsa dan negara dengan batas2 kemampuan jang ada. Adapun mengenal peralatan jang sekarang dikapai terutama medja2, kursi dan bangkunja sudah sangat tua. Banjak diantaranyja jang sudah rusak. Sedang untuk memperbaikinja belum dapat dilalkukan kerena terbentur pada keuangan. Bila sekolah ini mempunjai status negeri tentu akan lebih mudah untuk mentjari sumber2 keuangannja untuk memperbaiki perlengkapan sekolah. Sebeb kepertjajaan jang diberikan oleh pemerintah akan menambah kegiatan dan kegembiraan dalam bekerdja. Untuk menghadapitahun adjaran 1962/1963 kiranja akan lebih besar kesulitan jang dihadapinja. Bila tidak ada bantuan dari pihak pemerintah. Lebih2 pada tahun peladjaran 1962/1963 ternjata perhatian masjarakat sudah lebih besar. Tjalon peladjar S.M.E.A sudah tertjatat 200 orang, untuk kelas I. Semuanja adalah lulusan S.M.P dan S.M.E.P. maka untu S.M.E.A di sumedang pada tahun 1962/1963 dibuka satu Djurusan jang baru ialah djurusan “Tata Buku”. Memang semula S.M.E.A disumedang hanja membuka djurusan “Koperasi” mengingat pentinngnja djurusan itu untuk mendidik taruna2 dalam bidang koperasi agar dikemudian hari dapat mendjadi tenaga pelaksana2 koperasi jang tjakap dan bertanggung djawab. Alhasil tertjapailah masjarakat jang adil dan makmur. Mereka sekarang bukanlah dididik untuk menjadi mesin akan tetapi lebih di titik beratkan pada hidup sosialisasi a’ la indonesia. Rasa tanggung djawab kepada bangsa dan negara lebih mudah ditanamkan kepada peladjar2 jang berada didaerah2 sumedang daripada dikota – kota besar seperti djakarta, bandung dsb nja. Sebagai penutup tidak lain perhatian dan bantuan pemerintah jang diharapkan sudah selajaknya suatu inisiatief dari rakjat jang tudjuannja untuk memadjukan rakyat mendapat pengakuan serta bantuan pemerintah.

Pada tanggal 1 Agustus 1965 SMEA berubah status dari Swasta berubah nama menjadi Sekolah Negeri dengan Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no 411/B.3/Kedj. Selanjutnya SMEA Negeri Sumedang Berubah nama menjadi SMK NEGERI 2 SUMEDANG. Juni 2004, SMK NEGERI 2 SUMEDANG membuka program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak, merupakan program re-engenering Dikmenjur.

Kepala Sekolah :
1. Drs. Ateng dari tahun 1969 s.d 1986
2. Drs. Moch. Hidayat dari tahun 1987 s.d 1993
3. Drs. Tarya dari tahun 1994 s.d 1999
4. Drs. Uus Effendi dari tahun 2000 s.d 2001
5. Drs. Sri Wedhastra dari tahun 2002 s.d 2003
6. Dra. Marlin Nuraida, M.Pd dari tahun 2003 s.d 2013
7. Drs. H. Cecep Sodikin, M.Pd dari tahun 2013 s.d Sekarang