Gelar Lokakarya Perfilman, Kemendikbud Dorong Generasi Muda Promosikan Daerahnya

Garut, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) menggelar sejumlah lokakarya (workshop) perfilman di berbagai daerah di Indonesia. Hasil yang diharapkan dari kegiatan lokakarya perfilman ini adalah generasi muda dapat mempromosikan pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata di daerahnya melalui film.

Lokakarya perfilman di Kabupaten Garut Jawa Barat digelar di Fave Hotel Garut, tanggal 8 sampai dengan 9 Agustus 2018, dengan diikuti 100 orang peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud (BKLM) Ari Santoso, anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ferdiansyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Budi Gan Gan Gumilar, dan Kepala Subbidang Tenaga Perfilman Pusbangfilm Puspa Dewi.

Kepala BKLM Kemendikbud Ari santoso mengatakan bahwa saat ini film merupakan media yang disukai berbagai kalangan masyarakat. Film memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai media promosi pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata daerah. “Bikin film pendek tentang hal-hal di sekitar kalian: makanan khas, warung makan, atau yang lainnya. Kemudian unggah di media sosial kalian. Itu sudah bisa menjadi sarana promosi yang murah,” kata Ari Santoso pada saat pembukaan lokakarya tersebut, Rabu (8/8/2018).

Ari juga mengatakan Garut memiliki potensi luar biasa untuk digali, baik itu kebudayaan maupun pariwisatanya. Ia mengungkapkan berbagai produk makanan ringan dari Garut sudah masuk ke hotel-hotel di Garut. Namun, promosi di media sosial masih dirasa kurang. “Jadi setelah mengikuti lokakarya ini, buatlah skenario film yang mengangkat produk-produk Garut, kemudian dibuat filmnya. Saya yakin produk-produk lokal ini bakal dikenal masyarakat luas,” kata Ari dengan optimis.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi X DPR Ferdiansyah mengemukakan bahwa film memiliki fungsi yang penting di masyarakat. Menurutnya film dapat mendukung kebudayaan, pendidikan, menjadi sarana hiburan, memberikan informasi, karya kreatif, dan berdampak langsung secara ekonomi. “Banyak yang bisa diangkat melalui film, misalnya: kuliner khas daerah, profil calon anggota legislatif dan kiprahnya, bagi guru bisa juga membuat media pendidikan melalui film,” kata Ferdiansyah.

Ia juga mengimbau, generasi muda yang tertarik berkiprah di perfilman, menekuni bidang yang sesuai minatnya. Ia mencontohkan tidak perlu semuanya menjadi aktor, namun ada yang menjadi penulis skenario, sutradara, artistik, penata kamera, dan lain-lain. “Tekuni sesuai bakat dan minat kalian, jangan semuanya ingin jadi aktor atau semuanya jadi sutradara, film ini kan karya satu tim,” pesan Ferdiansyah kepada peserta lokakarya. (Nur Widiyanto)
Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/08/gelar-lokakarya-perfilman-kemendikbud-dorong-generasi-muda-promosikan-daerahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.