Tes Eksperimen OSN Fisika SMA: Mekanika Osilasi Pegas Teredam

Padang, Kemendikbud — Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2018 untuk jenjang SMA dibagi menjadi dua jenis tes, yaitu tes eksperimen dan tes teori. Tes eksperimen berlangsung lebih dahulu daripada tes teori. Pada OSN SMA bidang lomba Fisika, para peserta menjalani tes eksperimen selama lima jam mengenai mekanika osilasi pegas.

Osilasi adalah variasi periodik terhadap waktu dari suatu hasil pengukuran, contohnya pada ayunan bandul. Itulah yang dilakukan para peserta OSN bidang Fisika di jenjang SMA. Mereka harus mendapatkan parameter fisis, misalnya tingkat kekentalan (viskositas) air, dalam osilasi pegas teredam yang menggunakan ayunan bandul.

Syamsu Rosid, Ketua Dewan Juri OSN 2018 untuk bidang Fisika jenjang SMA mengatakan, eksperimen osilasi pegas yang diuji dalam OSN 2018 ini bukan jenis osilasi yang sederhana, melainkan pegas yang berosilasi teredam, dengan air sebagai peredamnya.

“Kalau dalam fenomena sehari-hari, pegas teredam itu bisa ada di mobil. Ketika mobil kena gajlukan, itu juga pegasnya teredam. Cuma mempelajari di mobil terlalu sulit untuk OSN. Ini sebagai sampel, peredamnya adalah cairan , yaitu air. Bisa saja besok cairannya adalah minyak atau oli, yang masing-masing punya koefisien peredaman. Artinya, kemampuan meredamnya berbeda-beda antara satu cairan dengan cairan lainnya. Kali ini kami hanya ambil air yang paling simpel, murah, dan mudah,” jelas Syamsu Rosyid, di Padang, Selasa, (3/7/2018).

Dosen bergelar doktor yang mengajar Fisika di Universitas Indonesia itu menuturkan, hal yang paling penting dalam sebuah eksperimen fisika adalah pemahaman konsep. Menurutnya, konsep fisika untuk eksperimen tidak terlalu sulit. “Yang dibutuhkan adalah bagaimana dia memahami secara komprehensif konsep fisikanya. Kemudian yang penting adalah keterampilan atau skill mengambil data. Karena tidak setiap anak, apalagi yang di sekolahnya jarang praktikum, memiliki keterampilan dalam mengambil data,” katanya.

Ia menambahkan, selain keterampilan mengambil data, peserta juga harus memiliki keterampilan mengolah data, hingga mendapatkan parameter fisis yang diminta, misalnya berapa tingkat kekentalan (viskositas) air. “Kekentalan itu akan bekerja dalam proses meredamnya secepat apa. Itu bisa diukur melalui eksperimen ini,” ujar Rosid.

Setiap tahun, soal yang diberikan dalam tes eksperimen OSN Fisika untuk SMA berbeda topik. Namun, lanjut Rosid, apapun eksperimennya, ada tiga hal yang harus dimiliki peserta OSN Fisika SMA, yaitu pemahaman konsep dasar fisika, keterampilan mengolah data, dan keterampilan mendapatkan parameter fisis dari eksperimen.

Rosid juga menjadi salah satu pembina tim Indonesia dalam menghadapi International Physics Olympiad (IPhO) atau Olimpiade Internasional Fisika. Ia mengatakan, soal untuk OSN juga menggunakan standar internasional. Dalam membuat soal OSN Fisika, ada tiga perguruan tinggi yang tergabung dalam tim inti pembuat soal, yaitu UI, UGM, dan ITB. “Kami tentu berorientasi ke IPhO. Karena IPhO makin ke sini makin sulit, tingkat kesulitannya makin tinggi, maka terpaksa OSN pun makin lama makin tinggi juga tingkat kesulitannya,” katanya. (Desliana Maulipaksi)

Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/07/tes-eksperimen-osn-fisika-sma-mekanika-osilasi-pegas-teredam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.